Rohmad Hidayat's Blog

Icon

My Notes on Mobile Technology, Python GUI, Python Web Framework, Software Development, Database, Server, Embedded System, Mini Computer

Bola panas masalah “Aliran Islam”

Bak bola salju, isu-isu aliran sesat islam kini menjadi komoditi dan bahasan panas media di indonesia. Jika dilihat kronologinya, isu ini mula berkembang setelah bom bali tahun 2002 yang menewaskan 200an lebih pengunjung paddys cafe. Setelah itu, mulai berkembang pemahaman adanya kelompok Jamaah Islamiyah yang dikaitkan (ternyata terkait) dengan isu terorisme di indonesia. Orang mulai terhenyak dan mulai berfikir, kemudian berujung keingintahuan tentang jamaah ini. Tidak dapat dipungkiri, JI memahamkan orang bahwa memang ada aliran-aliran islam selain islam yang dikenal secara luas oleh masyarakat. Kemudian berita mulai membahas secara lebih dalam JI, bagaimana strukturnya, pemahaman dan seterusnya. Nah, Saat ini kita dijekutkan lagi dengan berbagai macam aliran islam, mulai dari alqiyadah islamiyah, alquran suci dan lainnya. Celakanya lagi beberapa aliran ini sudah memakan korban dengan hilangnya anggota jamaah tersebut.

patut diketahui, sebelum aliran islam terekspos media, sebenarnya sudah banyak berada di tengah masyarakat kita. Akhir-akhir ini saja media mulai menyorot. Jadi, jangan heran, kaget atau malah takut dengan keadaan yang ada. Hal itu sudah menjadi “sunnatullah” sebagaimana disebutkan dalam hadits nabi tentang iftiraqul ummah.

Yang patut menjadi perhatian adalah, kita harus berani menyatakan benar atau salah, lurus atau menyimpang, benar atau sesat. Bukan masalah pluralitas semata, karena ini menyangkut masalah diin agama dan kepercayaan kita. Oke, katakanlah aliran ini disebut sebagai “kebudayaan”, namun selama mereka menggunakan simbol islam, apalagi mengarah kitab suci al-quran, tidak bisa ditawar lagi, ikutilah alquran dan sunnah dengan pemahaman yang ma’tsur (terkenal). Tidak aneh jika sekarang banyak terjadi kasus kekerasan muncul sebagai reaksi dengan adanya aliran islam ini. Logis, tapi memang tidak dibenarkan secara hukum.

Anehnya, setiap aliran “aneh” yang terekspos kebanyakan ada motif ekonomi di dalamnya. bagaimana tidak, jika anggotanya diharuskan menyetor “zakat” kepada pimpinan yang lebih layak disebut pajak. Bahkan, baru mau masuk saja sudah diminta menyetor sejumlah uang.

Mungkin ada benarnya jika sebagian orang mengatakan, itu semua akibat buruknya ekonomi kita. Tapi mari kita fahamkan diri kita, sodara kita akan pentingnya memahami islam itu dari pemahaman yang ma’tsur dikalangan ahli agama islam, bukan dengan mimpi atau sangkaan belaka.

Advertisements

Filed under: Catatan Lepas

One Response

  1. zamie says:

    mmmm,kehancuran islam, dimulai pada saat manusia sudah tidak menggunakan hukum alloh yaitu qur’an,padahal kasih sayang kpada manusia itu,.. diberikannya al-qur’an yaitu petunjuk menjadikan ahlaq yang baik,kita slalu mencari yang peraktis,sesuai dengan keinginan kita,orang lain menterjemahkan dan kita hanya tinggal pake,atau kita hanya menggunakan sebagian saja yang sesuai dgn keinginnan kita padahal qur’an isinya 30 juz dan pikiran kita ga terbuka tdk ada penasaran dan mencoba tuk menggali,kata orang seperti itu udah sampai disitu pemikiran kirta tak ada yang dipertanyakan dan di korek kemana maksudnya,sehinggan kita membuat hukum sendiri kadang,akhirnya jauh dari jalur dan membuat golonggan sendiri,dan sekarang juga islam diindonesia,sudah beberapa golongan ,padahal pada saat muhammad ada islam bersatu satu tujuan satu hukum,kenapa sekarang,kita sudah tak memakai hukum alloh lagi,harga diri yang ditinggikan dikarenakan ta ingin ditinggalkan oleh umatnya,tapi……yaaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: