Rohmad Hidayat's Blog

Icon

My Notes on Mobile Technology, Python GUI, Python Web Framework, Software Development, Database, Server, Embedded System, Mini Computer

Inspirational Moment…

Ada sebuah hadits yang menarik buat saya. Perjalanan fikiran dimulai hari jumat ini, saya melakukan sholat jumat di masjid pascasarjan UGM. Khotib bertutur tentang sebuah hadits yang menerangkan bagaimana akhlak rosul yang begitu mulia. Pada suatu hari, kira2 satu bulan setelah rosul wafat, Abu bakar bertanya pada aisyah, wahai anakku, adakah sunnah rosulullah yang belum aku lakukan?. Aisyah menjawab, ada. kemudian Abu Bakar bertanya lagi, apakah itu? coba engkau ceritakan. Maka Aisyah bertutur….setiap selesai sholat subuh, Rosul biasa pergi ke pasar. bukan untuk berbelanja, melainkan menyuapi seorang lelaki tua, Yahudi. Setiap beliau menyuapi, bukan ucapan terima kasih yang beliau terima melainkan sumpah serapah layaknya seorang musuh. Yahudi tua itu sering berkata….”kalau engkau bertemu muhammad…bunuh saja, dia itu tukang sihir”. Rosul tiada pernah memendam dendam, marahpun tidak. Beliau setiap pagi tetap seperti itu.

PAda suatu hari…abu bakar mendatangi lelaki tua itu dan menyuapinya. Tiba-tiba lelaku tua itu berkata ” engkau bukan lelalki yang menyuapiku tempo hari. Abu bakar menjawab, aku lah lelaki itu. LElaki Yahudi menjelaskan, bukan, engkau bukan orang itu. kalau dia menyuapiku, tidak pernah aku harus mengunyah, karena roti yang dia berikan sudah dilembekkan dengan air. Kemudian Abu bakar menangis lalu berkata. KEtahuilah pak tua, orang yang menyuapimu adalah muhammad, orang yang engkau caci setiap hari dan beliau sudah meninggal sebulan yang lalu. (lihat http://rumahquran.com/?p=63)

Hadits ini sangat inspirasional, terutama jika kita lihat Rosul sebagai pemimpin negara ataupun jika kita komparasikan dengan keadaan kita yang sangat berbeda. Mungkin kita bisa berkata, “Jaman dulu beda ama jaman sekarang mas, kalau sekarang mah bukan lagi dalam keadaan ekonomi miskin, semua mahal…dan seterusnya”. Memang demikian adanya, jaman dulu berbeda dengan sekarang, namun minimal ada sedikit hati kita menoleh, oh iya…..ternyata sekarang kitapun bisa berbuat jauh lebih dari itu kalau kita mau.

Advertisements

Filed under: Catatan Lepas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: